Wanita
adalah sosok makhluk yang sangat unik, dan menarik. Sosok yang tidak
akan ada habisnya untuk dibahas dari berbagai segi. Seniman mempunyai
gambaran tentang wanita bahwa wanita sarat dengan berbagai keindahan dan
sumber inspirasi yang tak pernah kering, katanya. Disebut perempuan, karena mengacu pada kata ‘empu’ dalam khazanah budaya yg berarti unggul, sakti, hulu, sumber & suci.
Dalam istilah bahasa, wanita juga disebut “mar’ah” yang turunan katanya
adalah “muru’ah” yang bermakna prilaku, sifat & tabiat. Maka sangat
logis kebiasaan seseorang atau masyarakat suatu generasi, berawal dari
bentukan perempuan. Akhlaq mulia suatu bangsa dilahirkan dari tabiat
para wanita.
‘Wanita adalah tiang negara, bila ia rusak maka
runtuhlah suatu negara’ .Itulah kalimat hikmah yang sering terngiang
ditelinga dan kita baca. Dan betul, bahwa setengah kehidupan dan
kejayaan sebuah bangsa yang sangat menentukan adalah wanita. Karena
wanita adalah madrasah utama dan perdana yang akan membentuk dan
memformat generasi penerus suatu bangsa. Pola yang diberikan oleh ibu
kepada anaknya itulah yang akan memformat perjalanan suatu bangsa. Dan
terlepas dari itu semua wanita adalah orang pertama yang memberikan
kontribusi dalam pemuda dan bangsa. Tapi sayangnya dengan itu semua
upaya untuk mengangkat harkat martabat kaum wanita sangat sedikit dan
yang sedikit itupun kadang belum tertata rapi sehingga tidak mampu
menghasilkan output yang luar biasa. Seperti kenyataan yang kita lihat
kini, bahwa kaum wanita merasa dirinya hanyalah makhluk lemah dan tidak
berdaya, hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang tidak memiliki
hak lebih. Padahal Islam telah menggariskan bahwa kaum wanita memiliki
kedudukan yang mulia dan eksistensinya diakui. Salah seorang sahabat
pernah bertanya kepada Rasulullah saw.,”Siapakah yang lebih berhak
mendapatkan baktiku pertama kali?”Rasulullah saw menjawab, “ ibumu”.
kemudia ia bertanya lagi, “kemudian siapa?”Rasulullah menjawab,
“ibumu.”Orang itu bertanya lagi,“kemudian siapa?”Rasulullah menjawab
“ibumu.”Orang itu bertanya lagi,”kemudian siapa?”Rasulullah saw
menjawab, “Bapakmu.” Dan Rasulullah bersabda “ Tidaklah memuliakan
wanita kecuali orang yang mulia, dan tidaklah menghinakannya kecuali
orang hina” . wanita mempunyai peran yang sangat urgen dan
fundamental dalam memcoraki karakter pribadi-pribadi suatu masyarakat
dan bangsa. Akan dibawa kemana masyarakat tersebut, menjadi masyarakat
agamis ataukah ateis? Menjadi masyarakat yang korup ataukah yang
berakhlak?Menjadi bangsa yang pengecut ataukah kesatria?. Itu terletak
digenggaman wanita. Mengingat begitu fundamentalnya peranan wanita dalam
membentuk karakter pribadi sebuah bangsa, ia pun sanggup menjadikan
bangsa tersebut unggul atau hancur. Kenapa demikian? Karena sebuah
bangsa atau masyarakat adalah komunitas yang terbentuk dari
pribadi-pribadi, sedangkan yang membentuk karakter pribadi adalah
keluarga. Mustahil ada sebuah masyarakat kalau di sana tak ada keluarga.
Sehingga peran wanita dalam perjuangan islam dalam hal membangaun
mental dan karakter bangsa adalah mulai dari pembentukan individu
muslim, keluarga muslim, masyarakat muslim. Sehingga wanita dituntut
untuk paham segala hal mulai dari dirinya sendiri,agamanya,
keluarganya/rumahnya, masyarakatnya dan negaranya Untuk mewujudkan
perannya, Islam telah memberikan tuntutan dan aturan bagi wanita agar
menjaga kehormatannya. Melalui seperangkat nash-nash sahih dalam Alquran
dan As-Sunnah, wanita dibimbing tentang bagaimana berperilaku dan
bersikap, baik dalam hubungannya dengan Allah SWT, keluarga, masyarakat,
maupun dengan keperibadiannya sendiri. Menjaga kehormatan wanita
berarti pula menjaga kehormatan bangsa. Wanita adalah tiang penyangga
dan pilar penyelamat bangsa. Tanpa adanya dukungan wanita, moralitas
generasi akan rapuh, kehormatan bangsa pun akan terkoyak. Maka, tidak
ada cara lain untuk menjaga kehormatan bangsa kecuali dengan
menyelamatkan kehormatan wanita dari eksploitasi pemuas nafsu. Dan
tidak ada upaya penyelamatan yang lebih baik kecuali dengan
mengembalikan kesadaran para wanita terhadap tuntunan Alquran dan hadis.
Jika tidak, maka jangan pernah berharap bangsa ini akan melahirkan
generasi-generasi tangguh. Sebaliknya akan lahir generasi kerdil yang
hanya akan merendahkan martabat bangsanya sendiri. Kembalilah wahai
wanita kepada fitrahmu! Lihatlah bagaimana Dien dan syariah ini telah
memuliakanmu! Peganglah apa yang diajarkan Nabi SAW., niscaya
kebahagiaan di dua alam akan kau raih. Muliakanlah dirimu, karena
sebenarnya dirimulah perhiasan terbesar suamimu, karena dirimulah
perhiasan terbesar keluargamu !!!
@Agriculture Product: wallahualam... semoga saja kata tidak bisa berubah menjadi belum :) hanya saling mengingatkan saja, sembari mengintrospeksi diri kita masing-masing
Alhamdulillah...syukur padaMU ya Allah...banyak keistimewaan dan kelebihan wanita ini kan?
BalasHapus@KY: Tentu saja iya :) tinggal bagaimana laki-laki yang mendampinginya yg akan membuat wanita itu lebih 'istimewa' !
BalasHapussayang banyak wanita yang tidak sadar ya gan.?
BalasHapus@Agriculture Product: wallahualam... semoga saja kata tidak bisa berubah menjadi belum :) hanya saling mengingatkan saja, sembari mengintrospeksi diri kita masing-masing
BalasHapusBolehkan wanita memimpin suatu negara..?? Di lihay dri prspektif Islam..?
BalasHapus