Tampilkan postingan dengan label Tafsir Surah Al-Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Surah Al-Quran. Tampilkan semua postingan

Penggunaan kata 'KAMI' dalam Al-Qur'an

Minggu, 14 Oktober 2012
Seringkali, orang kafir mencoba mengganggu iman kita dengan bertanya, mengapa Qur’an banyak menggunakan kata KAMI untuk ALLAH? Bukankah kami itu banyak? Itu berarti Qur’an pun mengakui “Tuhan” bapa, “Tuhan” anak & “Tuhan” roh!
Bagaimana kita menjawab pertanyaan semacam ini???
Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan semacam ini. Pertanyaan bisa berawal dari tidak tahu, namun banyak pula para kufar yg berusaha untuk membodohi umat Islam yang banyak tidak faham dengan bahasa arab. Pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata melawan umat Islam.
A. Konteks Penggunaan Pertama
Yang utama harus diingat ialah, Bahasa Arab adalah bahasa yang paling sukar didunia. (dan bahasa paling sukar kedua adalah Bahasa China).
Hal ini disebabkan karena dalam 1 kata, bahasa arab bisa memiliki banyak makna. kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya
Contoh: Sebuah gender, dalam suatu daerah bisa bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain bisa bermakna perempuan.
Dalam tata bahasa Arab, ada kata ganti pertama singular (anâ), dan ada kata ganti pertama plural (nahnu). Sama dengan tata bahasa lainnya. Akan tetapi, dalam bahasa Arab, kata ganti pertama plural dapat, dan sering, difungsikan sebagai singular. Dalam gramer Arab (nahwu-sharaf), hal demikian ini disebut “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i” , kata ganti pertama yang mengagungkan dirinya sendiri.
(Dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya).
Permasalahannya terjadi setelah al-Quran yang berbahasa Arab, dengan kekhasan gramernya, diterjemahkan ke dalam bahasa lain, termasuk Indonesia, yang tak mengenal “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i” tersebut. Akan tetapi, setelah mengetahui perbedaan gramer ini, kejanggalan tersebut, mudah-mudahan segera dapat dimengerti dan dimaklumi.
Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang setengah-setengah.
Jika memang “KAMI” dalam Qur’an diartikan sebagai lebih dari 1, lalu mengapa orang arab yg jauh lagi faham akan bahasa arab tidak menyembah lebih dari 1 ALLAH?
Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Al-Quran adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.
Selain kata ‘Nahnu”, ada juga kata ‘antum’ yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna `antum` adalah kalian (jamak).
Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan ‘antum’, maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan ‘anta’.
Kata ‘Nahnu` tidak selalu bermakna banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.
Contoh: Dalam bahasa kita ada juga penggunaan kata “Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang Kepala Sekolah dalam pidato sambutan berkata,”Kami sebagai kepala sekolah berpesan . . . “.
Padahal Kepala Sekolah hanya dia sendiri dan tidak banyak, tapi dia bilang “Kami”. Lalu apakah kalimat itu bermakna bahwa Kepala Sekolah sebenarnya ada banyak, atau hanya satu ?
Kata “kami” dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa diserap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.
Kalau umat khristiani tidak bisa faham rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena alkitab bible mereka memang telah kehilangan rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi juga kehilangan kesucian sebuah kitab suci.
Seperti yg sudah diketahui banyak orang, alkitab Khristiani merupakan terjemahan dari terjemahan yang telah diterjemahkan dari terjemahan sebelumnya.
Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan saja tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila alkitab christian mereka itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa. Dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.
Di dalam Al-Quran ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeda dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata ‘ummat’. Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.
Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN” yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif . Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan. (QS. An-Nahl : 120)
B. Konteks Penggunaan Kedua.
Kata “Kami” bermakna bahwa dalam mengerjakan tindakan tersebut, Allah
melibatkan unsur-unsur makhluk (selain diri-Nya sendiri). Dalam kasus
nuzulnya al-Qur’an, makhluk-makhluk yang terlibat dalam pewahyuan
dan pelestarian keasliannya adalah sejumlah malaikat, terutama Jibril;
kedua Nabi sendiri; ketiga para pencatat/penulis wahyu; keempat, para
huffadz (penghafal) dll. (Coba perhatikan baik-baik, kebanyakan ayat-ayat
yang bercerita tentang turunnya al-Qur’an [dalam format kalimat aktif],
Allah cenderung menggunakan kata Kami).
Contoh
“Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Zikr [Al-Qur'an] dan Kami Penjaganya
(keaslian)”. [kami lupa pada surat dan ayat berapa].
Contoh lain, coba lihat ayat-ayat tentang mencari rezki. Dalam ayat-ayat tersebut. Allah sering
menggunakan kata Kami; artinya, rezki harus diusahakan oleh manusia itu sendiri, walaupun kita juga yakin bahwa rezki sudah ditentukan oleh Allah.
C. Konteks Penggunaan Ketiga.

Ayat yang menggunakan kata Kami biasanya menceritakan sebuah peristiwa
besar yang berada di luar kemampuan jangkauan nalar manusia, seperti penciptaan Adam,
penciptaan bumi, dan langit. Di sini, selain peristiwa itu sendiri yang nilai besar,
Allah sendiri ingin menokohkan/memberi kesan “Kemahaan-Nya” kepada manusia, agar
manusia dapat menerima/mengimani segala sesuatu yang berada di luar jangkauan nalar/rasio manusia.
Contoh.
“Sesungguhnya KAMI telah menciptakan
kamu (Adam), lalu KAMI bentuk tubuhmu,
kemudian KAMI katakan kepada para malaikat:
“Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka
merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk
mereka yang bersujud” ([al-A’raf 7:11)
Jika ada orang kufar berani mengganggu iman Islam, maka katakanlah yg HAQ itu HAQ & katakana pula yg BATHIL itu BATHIL. Sampaikanlah dengan hikmah & cara yg baik.
Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka…(Qs. 29 Ankabuut: 46).
Wallahu a’lam bisshowab
Sumber: dari catatan Arif Lali Jiwo
1. Islam Terbukti Benar
2. Pesantrenvirtual.com
3. Media dakwah
4. Admmuslimmenjawab.multiply.com
Read more ...

Arti Surah Al-Ma'un (Makkiyah, Surah ke 107 : 7 ayat)

Minggu, 14 Oktober 2012
BARANG-BARANG YANG BERGUNA

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

  1.  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
  2. Maka itulah orang-orang yang menghardik anak yatim,
  3. dan tidak memberi makan orang miskin.
  4. Maka celakalah orang-orang yang sholat,
  5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, *Orang-orang yang tidak menghargai serta melalaikan pelaksanaan dan waktu-waktu sholat.
  6. yang berbuat riya, *Melakukan perbuatan tidak untuk mencari keridhoan Allah swt, melainkan untuk mencari pujian atau kemakhsyuran dimasyarakat.
  7. dan enggan (memberi) bantuan. *Sebagian mufassir mengatakan dengan enggan memberi zakat.

     Asbabun Nuzul ayat 4-7 : Ibnu 'Abbas ra memaparkan, bahwa keempat ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum munafik yang riya melakukan sholat bila berada ditengah-tengah kaum muslim. Namun, jika tidak ada, mereka meninggalkan sholat, selain itu mereka engga memberi pinjaman kepada kaum muslim." (HR. Ibnu Mundzir).

Penulis   : Ahwazi Saputra, Senin 15 Oktober 2012 (http://ahwazisaputra.blogspot.com)
Sumber  : Tafsir Al-Qur'an (DR. Ahmad Hatta, MA)
Read more ...

Arti Surah Al-Ikhlash (Makkiyah, Surah 112 : 4 ayat)

Minggu, 14 Oktober 2012
MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

  1. Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
  2. Allah tempat meminta segala sesuatu.
  3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
  4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
    Asbabun Nuzul ayat 1-4 : Ubay bin Ka'ab ra menjelaskan, bahwa keempat ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum musyrik yang suatu ketika berkata kepada Rasulullah saw : "Hai Muhammad, jelaskan kepada kami tentang silsilah Tuhanmu !" (Hadits Shahih riwayat Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Khuzaimah).

     Penulis  : Ahwazi Saputra, Senin 15 Oktober 2012 (http://ahwazisaputra.blogspot.com)
     Sumber : Tafsir Al-Qur'an (DR. Ahmad Hatta, MA)
Read more ...

Arti Surah Ar-Rahman (madaniyah, surah ke 55:78 ayat)

Minggu, 14 Oktober 2012
YANG MAHA PENGASIH

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

  1. (Allah) Yang Maha Pengasih.
  2. Yang telah mengajarkan al-qur'an.
  3. Dia menciptakan manusia.
  4. Mengajarnya pandai berbicara.
  5. Matahari dan bulan beredar  menurut perhitungan,
  6. dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
  7. Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
  8. agar kamu jangan merusak keseimbangan itu
  9. Dan tegakkanlah kesimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
  10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk mahkluk-Nya,
  11. didalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
  12. dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
  13. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
  15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
  16. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  17. Tuhan (yang memelihara) dua Timur dan dua Barat. *tempat terbit dan terbenam matahari pada musim panas dan pada musim dingin.
  18. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  19. Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
  20. diantar keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. *diantara mufassir ada yang berpendapat bahwa maksudnya masing-masing tidak menghendaki. Dengan demikian maksud dari ayat 19 dan 20, ialah bahwa ada dua laut yang keduanya terpisah dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (dipelukan) maka pada akhirnya, tanah genting itu dibuang (digali untuk keperluan lalu lintas) maka bertemulah kedua lautan itu. Seperti terusan Suez dan Panama.
  21. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
  23. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  24. Milik-Nya lah kapal-kapal yang berlayar dilautan bagaikan gunung-gunung.
  25. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  26. Semua yang ada dibumi itu akan binasa,
  27. tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
  28. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  29. Apa yang ada dilangit dan dibumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu didalam kesibukan. *Allah senantiasa menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezeki, dan lain-lain.
  30. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  31. Kami akan memberikan perhatian sepenuhnya atasmu wahai (golongan) manusia dan jin !
  32. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  33. Wahai golongan jin dan manusia ! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
  34. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  35. Kepada kamu (jin dan manusia) akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari-Nya).
  36. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  37. Maka apabila langit terbelah dan jadi mawar merah seperti (kilauan) minyak.
  38. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  39. Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. *Tetapi pada saatnya akan diminta pertanggung jawaban atas amal perbuatannya.
  40. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  41. Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
  42. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  43. Inilah neraka jahannam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
  44. Mereka berkeliling disana dan diantara air yang mendidih.
  45. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  46. Dan bagi siapa yang takut akan saat mengahadap Tuhannya ada dua surga. *Surga untuk manusia dan untuk jin. Ada juga mufassir yang berpendapat surga dunia dan surga akhirat.
  47. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  48. Kedua surga itu memiliki aneka pepohonan dan buah-buahan.
  49. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  50. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
  51. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  52. Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
  53. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  54. Mereka bersandar diatas permadani yang bagian dalamnya dari sutera yang tebal. Dan buah-buahan dari kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
  55. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  56. Di dalam kedua surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh manusia dan jin sebelumnya.
  57. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  58. Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
  59. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  60. Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
  61. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  62. Dan selain dari dua surga itu, ada dua surga lagi. *Selain dua surga yang disebut diatas, adalagi dua surga untuk orang-orang Mukmin yang kurang derajatnya dari orang-orang Mukmin yang dimasukkan kedalam surga yang pertama.
  63. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  64. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
  65. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  66. Di dalam keduanya (surga itu) ada dua buah mata air yang memancar.
  67. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  68. Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
  69. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  70. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
  71. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  72. Bidadari-bidadari yang dipelihara didalam kemah-kemah.
  73. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  74. Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin.
  75. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  76. Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah.
  77. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?
  78. Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemulian.
   Penulis  : Ahwazi Saputa, Senin 15 Oktober 2012 (http://ahwazisaputra.blogspot.com)
   Sumber :  Al-Qur'an Tafsir dan Terjemah (Dr. Ahmad Hatta, MA)
Read more ...